Sejarah Asal-Usulnya Desa Selur kecamatan ngrayun
Ngrayun Keatif - Setiap desa atau daerah pasti memiliki sejarah dan latar belakang tersendiri yang merupakan pencerminan dari karakter dan pencirian khas tertentu dari suatu daerah. Sejarah desa atau daerah seringkali tertuang dalam dongeng-dongeng yang diwariskan secara turun-temurun dari mulut ke mulut sehingga sulit untuk dibuktikan secara fakta. Dan tidak jarang dongeng tersebut dihubungkan dengan mitos tempat-tempat tertentu yang dianggap keramat. Dalam hal ini desa Selur juga memiliki hal tersebut yang merupakan identitas dari desa ini yang akan kami tuangkan dalam kisah dibawah ini.
Pada jaman prasejarah Desa Selur (waktu itu belum bernama Selur) merupakan lembah-lembah yang tertutup hutan rimba belantara yang dibelah oleh dua sungai besar yaitu disebelah selatan dan sebelah utara.
Entah tahun dan abad berapa datanglah beberapa orang pengembara menjelajah lembah subur yang masih berhutan rimba tersebut. Mereka datang dari daerah sekitar yang telah lebih dahulu jadi pemukiman, seperti Trenggalek, Panggul, Pacitan dan Ponorogo. Dari hasil pengembarannya di daerah yang baru tersebut, mereka bertekad membangun pemukiman di lembah-lembah, dengan cara membabat hutan belantara yang dihuni oleh berbagai macam flora dan fauna.
Fauna (hewan) yang ada di hutan belantara tersebut kebanyakan adalah berbagai jenis burung, serta di sungai berbagai macam jenis ikan. Tetapi yang paling khas adalah jenis ikan "gateng" (sebutan bagi ikan sidat oleh masyarakat setempat). Menurut cerita ikan ini hanya ada pada daerah yang sungainya mengalir ke arah laut selatan.
Sedangkan flora (tumbuhan) yang paling banyak yang dijumpai pada lembah-lembah dan pinggir sungai saat itu adalah pohon beringin, apak, trembesi dan bambu. Dari berbagai jenis tumbuhan, ada satu jenis pohon yang tumbuh di pinggir sungai yang bentuk fisiknya besar, merambat, berduri dan biasanya merambat pada pohon yang lebih besar yang dinamakan pohon "Selur".
Berawal dari sebuah sungai yang memiliki kolam (kedung) yang luas dan di pinggirnya terdapat pohon Selur, maka tersebutlah kolam sungai itu dengan nama "Kedung Selur". Kedung Selur ini mampu memberikan kehidupan bagi masyarakat sekitar. Masyarakat memanfaatkan airnya untuk minum, mandi, dan juga untuk pengairan sawah disekitarnya.
Dari nama sungai yang mereka anggap bisa memberikan kehidupan di daerah yang baru, maka mereka mengabadikan nama Kedung Selur untuk menjadi nama desa, yaitu Desa Selur. Sampai sekarang Kedung Selur tersebut masih ada, tepatnya di Dukuh Krajan, Desa Selur, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo.
Itulah sejarah asal-usulnya Desa Selur yang mudah-mudahan tidak hilang ditelan zaman dan dilupakan oleh generasi muda Desa Selur.sumber
0 Response to "sejarah asal-usulnya desa selur kecamatan ngrayun"
Posting Komentar