mengenal ikan gateng atau ikan sidat asal ngrayun ponorogo
Dikutip dari https://mobile.facebook.com/story.php?story_fbid=1029423453781335&substory_index=0&id=458014677588885&refid=17&_ft_=top_level_post_id.1029423453781335%3Atl_objid.1029423453781335%3Athid.458014677588885%3A306061129499414%3A69%3A0%3A1456819199%3A-6660905663706702308&__tn__=%2As.SETENPO. Daerah Ngrayun Ponorogo selain menyimpan keindahan alam juga mempunyai satu keunikan yakni adanya spesies ikan Sidat yang oleh warga local disebut Gateng.
Sekilas ikan Sidat alias Gateng ini mirip belut namun badanya lebih lebar dan ukuranya juga berkali lipat dari belut saat sudah dewasa.
Untuk wilayah Ponorogo nampaknya Ikan Gateng hanya ada di wilayah Ngrayun. Hal ini secara ilmiah bisa dijelaskan lewat factor geografis yakni terhubungnya sungai di wilayah Ngrayun dengan pantai selatan /Pacitan. Ikan sidat memang spesies ikan unik yang berasal dari laut kemudian pergi ke sungai air tawar.
“Dulu banyak ikan Gateng di Ngrayun itu, besar besar ukuranya…sekarang sudah mulai berkurang tapi kalau mancing insya allah masih ada” ucap Darmanto warga asal Baosan Kidul kepada tim SETENPO.
”Saya punya 2-3 ekor mas di kolam, ya buat peliharaan saja karena ikan Gateng ini jinak kalau dipelihara…dulu ada yang agak besar tapi di ambil orang,sekarang adanya yang ukuran kecil” ucap Susilo warga lainya.
Ikan Gateng sebenarnya sangat berpotensi dikembangkan menjadi sumber penghasilan jika dibudidayakan dengan baik karena harganya yang mahal. Dari penelusuran crew SETENPO di portal berita online Detik,harga Sidat saat ini Rp 160.000-245.000/kg.
Ikan Gateng alias Sidat biasanya di butuhkan Pasaran Jepang untuk dibuat masakan khas mereka bernama Unagi. Di Jawa Timur, daerah yang sudah cukup baik mengembangkan ikan sidat ini adalah Tulung Agung.
Foto: Ilustrasi. Dokumentasi tahun 2012.Lokasi desa Cepoko Ngrayun. Dimas Kukuh Farm.
Sekilas ikan Sidat alias Gateng ini mirip belut namun badanya lebih lebar dan ukuranya juga berkali lipat dari belut saat sudah dewasa.
Untuk wilayah Ponorogo nampaknya Ikan Gateng hanya ada di wilayah Ngrayun. Hal ini secara ilmiah bisa dijelaskan lewat factor geografis yakni terhubungnya sungai di wilayah Ngrayun dengan pantai selatan /Pacitan. Ikan sidat memang spesies ikan unik yang berasal dari laut kemudian pergi ke sungai air tawar.
“Dulu banyak ikan Gateng di Ngrayun itu, besar besar ukuranya…sekarang sudah mulai berkurang tapi kalau mancing insya allah masih ada” ucap Darmanto warga asal Baosan Kidul kepada tim SETENPO.
”Saya punya 2-3 ekor mas di kolam, ya buat peliharaan saja karena ikan Gateng ini jinak kalau dipelihara…dulu ada yang agak besar tapi di ambil orang,sekarang adanya yang ukuran kecil” ucap Susilo warga lainya.
Ikan Gateng sebenarnya sangat berpotensi dikembangkan menjadi sumber penghasilan jika dibudidayakan dengan baik karena harganya yang mahal. Dari penelusuran crew SETENPO di portal berita online Detik,harga Sidat saat ini Rp 160.000-245.000/kg.
Ikan Gateng alias Sidat biasanya di butuhkan Pasaran Jepang untuk dibuat masakan khas mereka bernama Unagi. Di Jawa Timur, daerah yang sudah cukup baik mengembangkan ikan sidat ini adalah Tulung Agung.
Foto: Ilustrasi. Dokumentasi tahun 2012.Lokasi desa Cepoko Ngrayun. Dimas Kukuh Farm.
Kembali ke ikan gateng atau ikan sidat ini menurut sebagian masyarakat masih dikeramatkan terutama yang berada disungai-sungai lepas makanya tidak semua orang berusaha mencarinya atau mengonsumsinya.entah itu karena ikannya atau tempatnya yang pasti banyak yang enggan mengkonsumsi ikan gateng asal ngrayun ini.
Terlepas dari keramatnya ikan gateng dibeberapa tempat dingrayun ini tidak dipungkiri akan rasa lezatnya karena jenis ikan ini Merupakan ikan air tawar yang sangat populer diKOREA dan JEPANG.
Jika ingin memancing atau melihat ikan gateng(sidat) didaerah ngrayun silahkan cari infotmasi dari penduduk sekitar dulu mana yang boleh dipancing mana yang tidak boleh.selain menambah silaturohim juga antisipasi kualat(petaka).

0 Response to "ikan gateng adalah,ikan sidat asal ngrayun ponorogo"
Posting Komentar